SEJARAH KAMI
TINGGAL DONGENG MENJELANG TIDUR
oleh : Temul Amsal pada 20 Februari 2012 pukul 6:56
" Istana Sayap" Istana Raja Pelalawan yg baru direhab
Setelah Saya terharu menyaksikan dengan mata kepala sendiri Masjid Hibbah Peninggalan Kerajaan
Pelalawan yang bernilai sejarah itu, sengaja diratakan dengan tanah oleh sekelompok orang yang menggabungkan dirinya dalam satu kepanitiaan dengan dalih mau merenofasi masjid tua tersebut,
pada bulan April 2010. Hampir setahun kemudian di bekas bangunan masjid peninggalan peninggalan leluhur itu,
dibangun kembali sebuah masjid baru menelan biaya miliyaran.rupiah, dengan ukuran dan menghadap kearah yang sama. (padahal sebelimnya mereka beralasan bahwa ukuran masjid lama terlalu kecil, lagi pula tidak tepat mengarah ke Ka'bah). Sebahagian lagi mengatakan:, "untuk pembaharuan agar tak ketinggalan zaman".
Benarkan demikian ? padahal kalau sekedar untuk membangun masjid yang baru, tanah disana masih banyak yang kosong.
Amat disayangkan lagi, sebuah mimbar bersejarah yang masih utuh di
dalam masjid tua itu (yang umurnya jauh lebih tua dari bangunan Masjid Hibbah), juga
mereka singkirkan dan diganti dengan sebuah mimbar buatan baru yang tak punya nilai historus sedikitpun.
Makam Tengku Said Abdurrahman Assaggaf (Marhum Kota)
wafat hari Jumat 18 Jumadul Akhir 1238 H (batu nisannya terbuat dari tembaga)
Setelah itu Bangunan Qubah Makam
Raja-Raja Pelalawan runtuh, karena dibiarkan terlantar tanpa pengurusan, disamping bangunan awalnyapun kurang begitu kokoh dan tidak menggunakan bahan bangunan yang bermutu.
Hal ini
secara langsung ataupun tidak, tentulah memperlihatkan keangkuhan dan keserakahan para pejabat yang berwenang di
sana. Pembangunan masa lalu yang tercatat dalam situs sejarah kebudayaan itu tampak sengaja di abaikan, sebaliknya pembangunan masa sekarangpun ternyata masih jauh dari jangkauan. Perlakuan tidak terpuji semacam ini tentu amat disesalkan.
Istana Pelalawan dipinggir sei.Kampar
Kini Bangunan Megah Istana Pelalawan pula yang dilalap si jago merah.
Bangunan Istana ini sejak semula memang bermasalah. Sejak Istana
tersebut di bangun kembali beberapa tahun yang lalu, bocor telah terjadi di sana sini dan tak
pernah diperbaiki. Selesai peresmiannyapun, bangunan tersebut tampak
kuyu tak bermaya, seperti tak terurus, dan memang tak pernah di urus,
sampai akhirnya bangunan tersebut dilalap api, musnah jadi arang jelaga yang tak
berharga. Beberapa benda-benda bersejarah yang terdapat di dalamnya ikut raib tak bersisa. Wallahualam..
Hancur luluh semua harta kekayaan negeri ini ditangan
anak bangsanya sendiri. Musnah sudah segala kenangan. Hancur luluh semua warisan. Kerajaan Pelalawan yang
pernah jaya pada zamannya itu luluh lantak di sepak terjang ketamakan, kejahilan,
kebiadaban yang berlabelkan pembangunan.Tak ada lagi yang tersisa, kecuali sedikit uang jajan yang tersembunyi dari hasil kelicikan.
Sejarah kami, kini jadi dongeng menjelang tidur.....Jadi nyanyian para ibu sambil mengayun buaian di kesunyian malam.yang berbekas dalam ingatan..........( 19.02.2012 ).





Tidak ada komentar:
Posting Komentar