Jumat, 24 Februari 2012

Istana Pelalawan Dilalap Api


SEJARAH KAMI 
TINGGAL DONGENG MENJELANG TIDUR

 oleh : Temul Amsal pada 20 Februari 2012 pukul 6:56





" Istana Sayap" Istana Raja Pelalawan yg baru direhab

           Setelah Saya terharu menyaksikan dengan mata kepala sendiri Masjid Hibbah Peninggalan Kerajaan Pelalawan  yang bernilai sejarah itu, sengaja diratakan dengan tanah oleh sekelompok orang yang menggabungkan dirinya dalam satu kepanitiaan dengan dalih mau merenofasi masjid tua tersebut, pada bulan April 2010. Hampir setahun kemudian di bekas bangunan masjid peninggalan peninggalan leluhur itu, dibangun kembali sebuah masjid baru menelan biaya miliyaran.rupiah, dengan  ukuran dan menghadap kearah yang sama. (padahal sebelimnya mereka beralasan bahwa ukuran masjid lama terlalu kecil, lagi pula tidak tepat mengarah ke Ka'bah). Sebahagian lagi mengatakan:, "untuk pembaharuan agar tak ketinggalan zaman". Benarkan demikian ? padahal kalau sekedar untuk membangun masjid yang baru, tanah disana masih banyak yang kosong. 

                   Amat disayangkan lagi, sebuah mimbar bersejarah yang masih utuh di dalam masjid tua itu (yang umurnya jauh lebih tua dari bangunan Masjid Hibbah), juga mereka singkirkan dan diganti dengan sebuah mimbar buatan baru yang tak punya nilai historus sedikitpun.  


Makam Tengku Said Abdurrahman Assaggaf (Marhum Kota)
wafat hari Jumat 18 Jumadul Akhir 1238 H (batu nisannya terbuat dari tembaga)

               Setelah itu Bangunan Qubah Makam Raja-Raja Pelalawan runtuh, karena dibiarkan terlantar tanpa pengurusan, disamping bangunan awalnyapun kurang begitu kokoh dan tidak menggunakan bahan bangunan yang bermutu.

                  Hal ini secara langsung ataupun tidak, tentulah memperlihatkan keangkuhan dan keserakahan para pejabat yang berwenang di sana. Pembangunan masa lalu yang tercatat dalam situs sejarah kebudayaan itu tampak sengaja di abaikan, sebaliknya pembangunan masa sekarangpun ternyata masih jauh  dari jangkauan. Perlakuan  tidak terpuji semacam ini tentu amat disesalkan.

Istana Pelalawan dipinggir sei.Kampar

                 Kini Bangunan Megah Istana Pelalawan pula yang dilalap si jago merah. Bangunan Istana ini sejak semula memang bermasalah. Sejak Istana tersebut di bangun kembali beberapa tahun yang lalu, bocor telah terjadi di sana sini dan tak pernah diperbaiki. Selesai peresmiannyapun, bangunan tersebut tampak kuyu tak bermaya, seperti tak terurus, dan memang tak pernah di urus, sampai akhirnya bangunan tersebut dilalap api,  musnah jadi arang jelaga yang tak berharga. Beberapa benda-benda bersejarah yang terdapat di dalamnya ikut raib tak bersisa. Wallahualam..
api melahap habis bangunan istana

                Hancur luluh semua harta kekayaan negeri ini ditangan anak bangsanya sendiri. Musnah sudah segala kenangan. Hancur luluh semua warisan. Kerajaan Pelalawan yang pernah jaya pada zamannya itu luluh lantak di sepak terjang ketamakan, kejahilan, kebiadaban yang berlabelkan pembangunan.Tak ada lagi yang tersisa, kecuali sedikit uang jajan yang tersembunyi dari hasil kelicikan.

Sejarah kami, kini jadi dongeng menjelang tidur.....Jadi nyanyian para ibu sambil mengayun buaian di kesunyian malam.yang berbekas dalam ingatan..........( 19.02.2012 ).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar